Botol Matahari Unirow Green Event Baterai Kulit Jeruk Stadion Tenaga Surya
Posted by : Unknown Rabu, 01 Mei 2013

Sampah? Sampah di dunia ini menjadi masalah yang sangat rumit tak terkecuali diwilayah Tuban. Permasalahan warga akan sampah yaitu baunya dan juga mengotori lingkungan. Tapi apakah tidak ada solusi dalam mengatasi permasalahan sampah?
            Sampah dibagi menjadi dua jenis yaitu organic dan anorganic. Sampah anorganic dapat dimanfaatkan dengan cara 3R sedangkan sampah organic dapat dimanfaatkan sebagai pupuk selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkin listrik. Bagaimanakah Caranya?
            Proses pengerjaan
Bapak Bambang Sudarmanta, dosen teknik mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS Surabaya ) menjelaskan lebih jauh bagaimana proses pengerjaannya. Menurutnya, proses pengolahan sampah untuk menjadi energi listrik sendiri melalui program pengolahan sampah diITS akan dilakukan dengan tiga cara, yakni pembakaran, gasifikasi dan fermentasi.

Pada proses pembakaran, hingga mencapai 600 bar, sampah yang telah dipilah akan dikelompokan dalam beberapa kategori. Lalu, panas dari pembakaran tersebut di alirkan ke turbin untuk menggerakan generator dan menghasilkan listrik. Kategori sampah anorganikyang tidak bernilai ekonomis akan dibakar dalam insenerator dan dimanfaatkan untuk memanaskan ketel.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan metode gasifikasi. Metode ini berbeda dengan metode sebelumnya karena tidak dilakukan pembakaran. Dalam metode ini, sampah yang berupa biomassa akan diubah menjadi synthetic gas yang kemudian akan dimurnikan kembali. Gas yang telah dimurnikan tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel atau mesin bensin.
Selain dua cara tersebut, Bambang dan timnya juga telah mengembangkan metode lain yaknimetode fermentasi. Diakui olehnya, metode ini belum pernah diterapkan pada sampah.


Untuk 4 sampai 6 jam beroperasinya, alat pembangkit listrik tenaga sampah ini, dapat menghasilkan energi listrik sebesar 2 kilo watt dan listrik tersebut dapat langsung di gunakan dan juga bisa di simpan dalam baterai atau accu untuk penerangan malam hari.

"Banyak sampah yang menumpuk, kami bakar kemudian panasnya di alirkan untuk menggerakkan generator, " kata Bambang Sudarmanta, pembuat pembangkit listrik dari sampah.

Rencana ke depan, listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga sampah ITS ini, akan digunakan untuk sumber energi penerbangan lampu dikawasan kampus ITS.

Alat pembangkit listrik tenaga sampah, karya Bambang ini, telah menelan biaya hingga sekira Rp200 juta dan diharapkan menjadi contoh bagi beberapa daerah yang masih krisis listrik.

Ia menyakini bahwa cara ini juga bisa menjadi alternatif. Ia menyebutkan, beberapa waktu yang lalu cara ini telah berhasil mengubah kotoran sapi menjadi bahan bahar untuk mesin bensin dan diesel.


Rujukan : http://its.ac.id

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Si Frog - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - - Edited by SiFrog